Sabtu, Agustus 30, 2008

ANALIS SISTEM

Supaya dapat memahami atau dapat mendefinisikan sebuah sistem terdapat dua 
pendekatan yang dapat digunakan untuk menerangkannya,yaitu dengan pendekatan:
a. Prosedur
  Yaitu "suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan 
  kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai 
  tujuan tertentu".
  Prosedur adalah "rangkaian operasi klerikal (tulis menulis), yang 
  melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen yang 
  digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi
  bisnis yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu".
  Urutan kegiatan digunakan untuk menjelaskan apa (what) yang harus 
  dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan 
  bagaiman (how) mengerjakannya.
b. Komponen/elemen
  Yaitu "kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk 
  mencapai suatu tujuan tertentu".
  Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa sub-sub sistem, dan sub-sub 
  sistem tersebut dapat pula terdiri dari beberapa sub-sub sistem yang 
  lebih kecil.
  Contoh :
  Sistem Akuntansi terdiri dari sub sistem akuntansi penjualan, sub sistem 
  akuntansi pembelian, sub sistem akuntansi penggajian dan sub sistem 
  akuntansi biaya, dengan dokumen-dokumen dasar sebagai komponennya, 
  seperti buku jurnal, buku besar, buku pembantu, neraca saldo, laporan 
  rugi/laba, dan laporan perubahan modal. 

Teori sistem umum terutama menekankan perlunya memeriksa seluruh bagian 
sistem. Sering sekali seorang analis terlalu memusatkan perhatian hanya pada 
satu komponen sistem, yang berarti dia telah mengambil tindakan yang mungkin 
tidak efektif, karena beberapa komponen yang penting diabaikan. 
Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen, yaitu pekerjaan, kegiatan, misi 
atau bagian-bagian sistem yang dibentuk untuk mewujudkan tujuan. 
Untuk komponen misi atau tujuan, seringkali sukar untuk dilihat.
Manajemen suatu sistem terdiri dari kegiatan-kegiatan yang diarahkan pada 
perencanaan dan pengendalian (feedback).

Analisis sistem sangat bergantung pada teori sistem umum sebagai sebuah 

landasan konseptual. Terdapat banyak pendekatan untuk analisis sistem dan 
pada dasarnya semunya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memahami sistem yang 
rumit kemudian melakukan modifikasi dengan beberapa cara. 
Hasil modifikasi dapat berupa subsistem baru, komponen baruatau serangkaian 
transformasi baru dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk memperbaiki berbagai 
fungsi di dalam sistem agar lebih efisien, untuk mengubah sasaran sistem, 
untuk mengganti output, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat 
input yang lain atau untuk melakukan beberapa perbaikan serupa.
Tahapan dalam menganalisis sistem :
1. Definisikan masalahnya.
  Bagian sistem yang mana yang tidak memuaskan ?. Apakah input telah 
  mengalami perubahan bentuk, harga atau ketersediannya ?. Apakah output 
  kurang memuaskan ?. Apa tujuan usaha analisis sistem ?.
2. Pahami sistem tersebut dan buat definisinya.
  Karena sistem mempunyai hirarki (terdapat subsistem di dalam sistem yang 
  lebih besar) dan saling berhubungan dengan lingkungannya, maka akan sulit 
  untuk dapat merumuskan secara tepat apa saja komponen sistem yang sedang 
  dipelajari. Tindakan ini selanjutnya dapat diperinci lebih lanjut dengan 
  mengajukan beberapa pertanyaan berikut untuk mendapatkan pemahaman 
  tentang sistem.
  a. Apa yang menjadi variabel-variabel (komponen sistem) ?
  b. Bagaimana tiap variabel tersebut saling berhubungan dan juga dengan 
  lingkungan?
  c. Apa yang menjadi batasan sistem, yaitu dimana sistem akan berakhir 
  serta apa rumusan pengembangannya ?
3. Alternatif apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan 
  memperhatikan modifikasi sistem tersebut ?. Pilihan apa saja yang 
  tersedia untuk memperbaiki sistem, berapa biayanya serta apakah hal 
  tersebut dapat diterapkan ?.
4. Pilih salah satu alternatif yang telah dirumuskan pada tahap sebelumnya.
5. Terapkan alternatif tersebut.
6. Jika memungkinkan harus mencoba mengevaluasikan dampak dari perubahan 
  yang telah dilakukan terhadap sistem.


KARAKTERISTIK SISTEM

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu 
mempunyai :
a. Komponen (components)
  Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama 
  membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen dapat terdiri dari beberapa 
  subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki 
  fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b. Batas sistem (boundary)
  Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya 
  atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem
  dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang 
  lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c. Lingkungan luar sistem (environments)
  Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. 
  Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. 
  Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara, 
  sebaliknya lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, 
  kalau tidak ingin terganggu kelangsungan hidup sistem.
d. Penghubung (interface)
  Merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumbar-
  sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. 
  Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk 
  subsistem lainnya melalui penghubung disamping sebagai penghubung untuk 
  mengintegrasikan subsistem-subsistem menjadi satu kesatuan.
e. Masukan (input)
  Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan 
  perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). 
  Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat 
  beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk 
  mendapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program 
  adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan 
  data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f. Keluaran (output)
  Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran
  yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk 
  subsistem yang lain. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan 
  adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, 
  sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
g. Pengolah (process)
  Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah 
  masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan 
  berupa bahan baku dan bahan-bahan lain menjadi keluaran berupa barang 
  jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-
  laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.
h. Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
  Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). 
  Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak 
  akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan 
  yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. 
  Suatu sistem dikatakan bersila bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Tidak ada komentar:

Buku Favorit

The 21 Irrefutable Laws of Leadership The 21 Irrefutable Laws of Leadership by John C. Maxwell

My review

Udah 3 kali dibaca, tapi belum pernah bisa diterapkan..:D
Ternyata sulit jadi pemimpin yang sempurna
Only Jesus maybe..:D


View all my reviews.

Still number One

Still number One
Pulau Samosir

Apakah blog ini bagus?